Dunia teknologi robotik kembali diguncang oleh inovasi unik sekaligus mencengangkan. Tim peneliti dari Nanyang Technological University (NTU) Singapura berhasil mengembangkan kecoa cyborg yang tidak hanya lihai bergerak di darat, tetapi kini mampu bertahan dan bermanuver di bawah air hingga tiga jam!

Peningkatan teknologi ini membuka peluang besar untuk pemanfaatan serangga cyborg dalam misi-misi krusial, terutama operasi pencarian dan penyelamatan (search and rescue) di area bencana yang ekstrem dan sulit dijangkau oleh manusia atau robot konvensional.

Rahasia di Balik "Baju Selam" 3D Kecoa Cyborg

Bagaimana mungkin seekor kecoa bisa menjelajah di dalam air dalam waktu yang lama? Kuncinya ada pada teknologi pelindung mutakhir yang dirancang oleh para ilmuwan:

  • Baju Selam Fleksibel: Peneliti merancang cangkang khusus menggunakan teknologi pencetakan 3D (3D printing) yang pas dengan tubuh kecoa.

  • Sistem Pemasok Oksigen Kimia: Di dalam sistem tersebut, terjadi reaksi kimia antara hidrogen peroksida dan mangan dioksida. Reaksi ini menghasilkan oksigen secara perlahan yang kemudian dialirkan langsung ke saluran pernapasan serangga.

  • Performa Bawah Air: Dengan teknologi ini, kecoa cyborg mampu menyelam hingga kedalaman 50 cm selama tiga jam dengan penurunan kecepatan gerak yang sangat minim.

Mengapa Harus Kecoa?

IHqOVBxgoqCRrxYCXZtPsIo4Ip6sdJ5uGzZkLiBm.webp

Mungkin terdengar menggelikan bagi sebagian orang, namun bagi para ilmuwan, kecoa adalah platform biologis yang ideal untuk menciptakan robot hibrida berukuran mini. Kecoa memiliki sederet keunggulan alami yang tidak dimiliki oleh robot buatan manusia:

Keunggulan Alami Kecoa:

  • Mampu bertahan hidup dalam berbagai kondisi lingkungan yang ekstrem.

  • Lihai bergerak dan menyelinap di berbagai jenis medan sulit.

  • Sangat hemat energi dan mampu bertahan hidup selama berminggu-minggu meskipun dengan asupan minimal.

Karakteristik tangguh ini menjadi solusi atas kelemahan utama robot mini saat ini, yang biasanya terkendala oleh kapasitas baterai yang boros dan efisiensi daya yang rendah.

Dari Kamera Inframerah hingga Misi Antariksa

Proyek ini merupakan kelanjutan dari penelitian tim Profesor Hirotaka Sato. Sebelumnya, mereka telah berhasil menciptakan kecoa cyborg yang dilengkapi dengan kamera inframerah untuk mendeteksi keberadaan korban selamat di reruntuhan bencana.

Kini, dengan adanya kemampuan menyelam, kecoa cyborg tidak akan lagi terhenti oleh genangan air atau area banjir saat melakukan pencarian. Ke depannya, tim peneliti bahkan melihat potensi penggunaan teknologi ini untuk eksplorasi lingkungan ekstrem hingga misi antariksa.

Bagaimana Menurut Anda?

Teknologi ini membuktikan bahwa batas antara fiksi ilmiah dan realitas semakin menipis. Apakah serangga cyborg seperti ini merupakan lompatan teknologi masa depan yang brilian untuk menyelamatkan nyawa, atau justru terdengar sedikit mengerikan bagi Anda?

sumber